Monday, June 18, 2007

ANALISIS TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA

Ekonomi Pembangunan

MANAJEMEN

1. Analisis tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 1996-2005

  • Tahun 1996

Pada tahun 1996 tercatat penduduk miskin di Indonesia sebanyak 34,01 juta. Jumlah ini tergolong rendah karena pada tahun-tahun sebelumnya sempat mencapai lebih dari 40 persen. Menurut para ekonom, penurunan ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada masa order baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi jumlah penduduk miskin.

  • Tahun 1997

Pada awal tahun 1997, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih berada pada angka terendah, tetapi angka tersebut mulai menunjukkan peningkatan. Hal disebabkan terjadinya krisis moneter yang berakibat pada naiknya harga-harga barang khususnya barang kebutuhan primer dan juga turunnya nilai rupiah terhadap dolar.

  • Tahun 1998

Akibat krisis moneter 1997, angka kemiskinan pada pertengahan tahun 1998 meningkat menjadi sekitar 80% lebih tinggi dari tingkat kemiskinan tahun 1996. krisis moneter semakin memburuk pada Januari 1998, disusul adanya krisis politik pada Mei 1998 yang berdampak negatif pada perekonomian. Terjadi inflasi tinggi dengan upah dan pendapatan yang jauh tertinggal, diikuti kenaikan harga beras.

  • Tahun 1999

Meski sudah mengalami penurunan tetapi angka kemiskinan tahun 1999 masih tergolong tinggi yaitu 47,97% juta dan masih dipengaruhi adanya krisis-krisis diberbagai bidang di Indonesia. Penduduk miskin bisa dikatakan masih tertolong yaitu oleh adanya program Dana Kompensasi Sosial (DKS) akibat kenaikan subsidi BBM sebesar 2,3 trilyun.

  • Tahun 2000

Pada tahun 2000, angka kemiskinan menurun cukup banyak yaitu menjadi 38,70 juta. Penurunan ini ternyata merata seluruh Indonesia (kota-desa). Peningkatan sektor pertanian dianggap sebagai salah satu faktor pendorong penurunan tersebut.

  • Tahun 2001

Tahun 2001 angka kemiskinan menurun menjadi 37,90 juta jiwa. Penurunan ini didukung oleh program-program yang digalakkan pemerintah guna penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

  • Tahun 2002

Angka kemiskinan tahun 2002 kembali meningkat menjadi 38,40 juta jiwa. Pada tahun ini terjadi banyak kasus penggusuran dilakukan karena beberapa sebab antara lain, menghuni lahan pemerintah, menghuni lahan illegal, menghuni lahan milik instansi tertentu dan sebagainya. Hal inilah yang dianggap sebagai salah satu penyebab naiknya angka kemiskinan tahun 2002.

  • Tahun 2003

Tahun 2003 angka kemiskinan menurun menjadi 37,30 juta jiwa. Penurunan ini terkait keseriusan pemerintah dalam menangani masalah kemiskinan dengan program-programnya. Meski menurun, jumlah pengangguran di Indonesia tahun 2003 mencapai 10 juta jiwa. Angka yang cukup tinggi yang dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan.

  • Tahun 2004

Tahun 2004 terjadi banyak kasus PHK di berbagai daerah. Hal ini terkait masalah UU ketenaga kerjaan no. 13/2003. Di Semarang tercatat 60.000 buruh di PHK, seluruh Jateng 112.169 buruh bernasib tidak pasti, Solo tercatat 2000 buruh tidak lagi bekerja. Pekalongan 2.957 buruh di PHK. (Suara Merdeka, 15/1/04). Meski demikian, dengan mengandalkan program-programnya pemerintah tetap bisa menekan angka kemiskinan, sehingga pada tahun 2004 menurun menjadi 36,10 juta jiwa.

  • Tahun 2005

Adanya ketidakpastian ekonomi, kenaikan harga BBM, membuat pemerintah lebih serius dalam menangani masalah kemiskinan. Pemerintah berusaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi agar angka kemiskinan tidak kembali naik. Usaha ini membuahkan hasil, terbukti angka kemiskinan pada tahun 2005 menurun menjadi 35,10 juta jiwa.

2. Kesimpulan

- Naiknya angka kemiskinan di Indonesia periode 1996-2005 antara lain disebabkan oleh adanya krisis moneter, kenaikan harga BBM, kasus PHK, kenaikan harga bahan pokok.

- Turunnya angka kemiskinan di Indonesia periode 1996-2005 antara lain disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, program-program pemerintah untuk menangani masalah kemiskinan, peningkatan sektor pertanian.

No comments: